•  

    Contact Us

    (+62) 61-80017215

  •  

    Opening Times

    Mon - Fri 08.30 - 17.00

 

Bahasa Indonesia | English

Masterplan // Geo Park Danau Toba

Geografi
Geopark Kaldera Toba terletak pada 2,88o N – 98,5o 2 E dan 2,35o N – 99,1o E, berada diwilayah Provinsi Sumatera Utara, berjarak 176 km kearah Barat Kota Medan sebagai ibu kota Provinsi.
Sebagai hasil Super Volcano, kawasan ini merupakan kawasan gunungapi raksasa (kaldera volkano-tektonik) yang membentuk danau terluas di Indonesia berukuran sekitar 90 x 30 km2  berada pada ketinggian berjarak 904 meter dpl dengan kedalaman danau terdalam 505 meter.

Topografi
Kawasan dinding Kaldera Toba memiliki morfologi perbukitan bergelombang sampai terjal dan lembah-lembah membentuk morfologi dataran dengan batas caldera rim watershed Danau Toba seluas daerah 3.658 km² dan luas permukaan danau 1.103 km². Daerah tangkapan air ini berbentuk perbukitan (43 %), pegunungan (30 %) dengan puncak ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut dan dataran (27 %) sebagai tempat masyarakat beraktifitas.

Demografi
Populasi penduduk di Kawasan Geopark Kaldera Toba berjumlah 248.629 jiwa

Hidrologi
Fluktuasi debit antara puncak musim hujan dan musim kemarau pada sungai-sungai relatif lebar.  Pada puncak musim hujan debit sungai meningkat cepat sebaliknya pada musim-musim kemarau debit sungai-sungai ini sangat rendah

Geologi
Terbagi atas 4 Geoarea (Haranggaol, Sibandang, Samosir, Porsea) dan terdiri dari 44 titik geosite

 


RUANG LINGKUP PERENCANAAN KAWASAN

1a

 

Kabupaten Dairi  
Kecamatan Silahi Sabungan

Kabupaten Humbahas
Kecamatan Peranginan
Kecamatan Bakti Raja

Kabupaten Toba Samosir  
Kecamatan Balige
Kecamatan Lumban Julu

Kabupaten Karo  
Kecamatan Merek

Kabupaten Tapanuli Utara  
Kecamatan Muara

 
 

Kabupaten Simalungun
KecamatanParapat
KecamatanSibaganding,
Kecamatan Girsang Sipangan Bolon
Kecamatan Haranggaol Horison
Kecamatan Tiga Ras,
Kecamatan Dolok Pardamean

Kabupaten Samosir  
Kecamatan Sianjur mula – mula
Kecamatan Harian Boho  
Kecamatan Sitio-tio
Kecamatan Onan Runggu
Kecamatan Nainggolan
Kecamatan palifi  
Kecamatan Ronggur Nihuta
Kecamatan Pangururan
Kecamatan Simaninjo


KONDISI PEREKONOMIAN KAWASAN GEOPARK TOBA

No Lapangan Pekerjaan Utama 2010 2011
 01  Pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan, peternakan 46.94  43.90
 02  Pertambangan dan Penggalian 0.43  0.51
 03  Industri pengolahan 7.43  8.19
04  Listrik, gas dan air 0.20 0.19
05  Bangunan 5.00 5.63
06  Perdagangan, hotel, dan restoran 19.52 20.45
07  Pengangkutan dan komunikasi 5.04 4.18
08  Bank dan lembaga keuangan 1.00 2.00
09  Jasa kemasyarakatan 14.45 14.96

 

INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR
Infrastruktur sumber daya air yang menjadi kewenangan Provinsi di Wilayah DTA Danau Toba sebanyak  27DI (Daerah Irigasi) seluas 31.043 Ha yang terdiri dari 11 (sebelas) Irigasi Teknis, 15 (lima belas) Irigasi Semi Teknis, dan 1 (satu) Irigasi Sederhana

INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI :


Transportasi Darat
fasilitas terminal angkutan darat yang tersedia di Wilayah DTA Danau Toba berjumlah 10 (sepuluh) buah dengan perincian 2 terminal tipe A, 4 terminal tipe B, dan 4 terminal tipe C.

Transportasi Angkutan Danau dan Penyeberangan
Jumlah dermaga Angkutan Danau dan Penyeberangan di Wilayah DTA Danau Toba adalah 16 dermaga yang sebahagian besar berada di kawasan Danau Toba. Konstruksi dermaga penyeberangan terdiri dari dermaga kayu dan dermaga beton.

Transportasi Udara
 terdapat 2 (dua) pelabuhan udara dengan tipe bandara perintis (Bandara Silangit dan Sibisa)

INFRASTRUKTUR AIR MINUM
Sampai dengan Tahun 2013 tingkat pelayan air minum perpipaan kawasan Danau Toba mencapai 28,47% dari total jumlah penduduk. tingkat pelayananannya yang paling tinggi adalah Kabupaten Karo  42,10 %,

 


 

ISU STRATEGIS & PERMASALAHAN

1.  Kondisi lingkungan Kawasan Geopark Kaldera Danau Toba

  • Pencemaran Lingkungan
  • Penebangan dan Kebakaran Hutan
  • Pertambangan Liar
  • Tanah Longsor
  • Gempa Bumi

2.  Perekonomian Kawasan

  • Rendahnya pendapatan per kapita masyarakat
  • Pertanian sebagai sektor utama belum optimal
  • Industri kecil dan kreatif juga belum optimal

3.  Sosial dan Budaya

  • Rendahnya kompetensi masyarakat untuk mengelola sumber daya menyebabkan belum optimalnya pengelolaan pariwisata (geowisata)
  • Tingkat kemiskinan yang menyebabkan masyarakat melupakan pendidikan

4. Infrastruktur kawasan
Kondisi topografi kawasan yang menyulitkan penyediaan infrastruktur

  • Jarak dan waktu tempuh terutama dari pintu masuk bandara/pelabuhan internasional sampai ke geoarea


ANALISA POLA PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KAWASAN GEOPARK TOBA

  • Teori Pengembangan Wilayah dengan hirarki pusat pertumbuhan
  • Kawasan koridor ekonomi berbasiskan pariwisata geologi , pariwisata air
  • Konsep Kawasan Geopark atau Taman Bumi
  • Konsep Kerjasama Regional Management (spesifik produk unggulan ekonomi kreatif)

 

 

 

 

Contact Us

PT. PPSU

Jl. Williem Iskandar No.331
Medan-Sumatera Utara
T: 061-80017215
F:061-80017225
E: sekretariat@ppsu.co.id

 

Send us a question or comment